05 November 2014

Perempuan dewasa




Rutin ku tidak seperti dulu. Kehidupan ku sedikit berubah setelah graduate dari uia,degree. Untuk sambung master, adalah bukan pilihan pertama ku. Ingin sambung belajar di Edinburgh angannya. Sudah ku selesaikan permohonannya, sudah juga temuduga mara. Sudah juga diterima. Tapi, akhirnya, jawapan ku membawa aku terus untuk duduk di Malaysia. Ini yang terbaik mungkin? eh, pastinya yang terbaik, andai Allah telah mentakdirkan aku untuk terus di sini. Banyak hikmah mungkin?

Tidak seperti biasa, aku sudah tidak berada di bilik compartment seperti dulu. Sekarang sudah dewasa dan menetap di rumah sewa. Alhamdulillah, lebih indah dari ku jangkakan setelah bermain air mata ketika kali pertama merasa perubahan fasa dalam hidup. Tapi, ujian  hidupku tidak seberat yang lain. Ujian ku cuma kecil jika dibandingkan dengan yang lain. Mungkin, sekuat itu yang hanya mampu kupikul, yang saat itu kurasakan, ahh...berat sungguh beban di bahu. Tapi, Allah itu sesungguhnya Maha Pengasih.

Kesibukan ku mengadiri usrah,tidak kurang program..erm,jarang sekali. Juga membawa usrah, juga sibuk dengan media, tidak kurang freelance work, juga sibuk dengan master ku, sibuk dengan workshop, collect data, baca journal yang...ahhh...bukan minatku..dan..banyak juga jiwa-jiwa yang perlu disantuni.. Apalagi yang aku tidak mengeluh? sampai bila hendak goyang kaki? bersenang lenang-makan-tidur? Perempuan dewasa hidupnya lebih dari sekadar itu? Lebih-lebih lagi jika digelar seorang daie-akhawat lagi...hm

Jaga mutabaah amal.

Aku sering tewas. Seringkali, berlawan dengan kelemahan diri. sering kali berlawan dengan kemalasan. sering kali juga melawan rasa rendah diri. Di mana letaknya diri seorang perempuan dewasa?masih harus berfikiran undergraduate? harus membesar di persekitaran mana pula?u choose!









04 November 2014

Perempuan itu telah dilamar



Akhirnya, kisah "cinta" pertama ku bakal terbina.Sejujurnya,walau perwatakan ku penuh kepemperuanan, aku adalah perempuan yang sukar untuk jatuh cinta. Sukar,dan jauh sekali untuk mudah megatakan 'aku telah jatuh cinta' .Ini, bukan lamaran yang pertama, bukan juga,risikan-risikan yang pertama. Lelaki ini, bukanlah lelaki yang pernah aku kenali untuk bertahun lamanya, mahupun sebulan dua. Tapi, kehadiran nya secara tiba-tiba. Jauh, sekali kami pernah ketemu mahupun berbicara bergelak tawa seperti pasangan lain. Kami adalah kenalan yang sering malu-malu bila berbicara.

Aku telah diperkenalkan oleh sahabatnya di tempat praktikal ketika di tahun 3 ,uia. Kebetulan juga, sahabat yang sama study dengannya, sama sekolah dengan ku sewaktu kecil. Mereka adalah farah dan amirul. Saat, mereka memperkenalkan temannya,aku sekadar endah tak endah. Untuk memikirkan soal berpunya mahupun menikah di tahun 3, itu terlalu awal bagiku. 

Saat itu juga,aku dalam pertanyaan orang lain. Seseorang yang aku kenali di kursus YBR. Saat kami sama-sama mendapat tajaan Bank Rakyat. Ketika kursus itu dijalankan, aku didekati seorang lelaki,pada hari terakhir keberadaan ku di sana. Aku tidak menolak, mahupun menerimanya. Sekadar, menghormati niat baiknya. Langsung aku menjelaskan prinsip2 ku. Yang pertamanya, aku tidak mahu ada apa2 hubungan dengan lelaki selagi belum bernikah. Yang keduanya, hormati aku seadanya, kerna aku lebih selesa untuk tidak bermesej2 dengan lelaki. Yang ketiganya,jika benar ingin bernikah dengan ku, bawa ibu bapamu ke rumah ku. Yang terakhir, aku mengikuti usrah,dan tak mahu meninggalkan kehidupanku yang sudah dirutinkan begini. 

Beberapa hari kemudian, aku beritahukan pada ibu tentang dia, banyak cubaan merisik latar belakangnya gagal. Mungkin, kerna tiada satu pun kenalan yg bersangkut paut.akhirnya, aku memohon bantuan pak cik ku, lama kemudian baru direspon. Tp, dengan izinNya, saat itu, sudah terlalu lewat untuk aku mengetahui ttg nya. Kerna, ada lamaran yang terlebih dahulu cepat mendampingi ku, lebih bersungguh, dan...yang pastinya, latar belakangnya lebih mudah diselidik melalui teman-teman yang hampir dengan kami.

. . .

Hingga hari terkahir praktikalnya,aku masih belum memberikan jawapan. Temannya menelefonku, bertanya kan ttg kesediaan ku menerimanya. Aku masih kelu. Sewenang-wenangnya menerima lamaran tanpa aku kenali?belum pernah bertemu? kebetulan, staff di tempat praktikalku,ramainya senior dia.Jadi, ramai juga yang menyokong kami berkenalan. "apa istimewanya dia?" Jauh di sudut hati ku, tertanya2 siapa lelaki ini? yang pastinya..... "seorang ikhwah kah dia?"... .

Aku meneruskan kehidupan praktikal ku dan semester itu seperti biasa. Hinggakan suatu hari, aku menerima persoalan dari senior ku di uia, "fatin dah berpunya?"...err...tapi, kenapa tiba-tiba banyak persoalan tentang ini? Kerna ada yang bertanya, aku berdiam diri. Entah apa yang patut aku respon? Ku sangkakan, lamaran ini dari mahasiswa uia,hingga subuh keesokannya, Allah berikan aku ilham,adakah....lelaki ini namanya...'Raja Muhammad Mursyid...... .. .???" .. kenalan yang diperkenalkan kpd ku,saat praktikal dulu? Ternyata itu dia.

Hampir dua minggu aku istikharah,belum melihat fotonya, mahupun stalk facebooknya. Ketika teman-teman di ofis membuka facebooknya, aku hanya buat x endah. Hati tertanya-tanya, kenapa dalam ramai perempuan, dia memilih aku,yang.... ketika itu belum pernah berjumpa, berbicara, mahupun... melihat foto (friend di facebook). Pernah dia beritahukan aku, dia cukup tertarik dengan penulisanku di blog. Hanya itu? Saat mengenali dia, aku mulai privatekan blog ku. Lantas aku bertayakan pada naqibah ku, bagaimana harus aku respon? Jawapannya, "ask Allah"...as simple as that. Dan, perasaan untuk mula memberi jawapan terasa sgt tenang. Akhirnya, jawapan ku, "Ya, saya single"

. . .

Kami pun berkenalan. Kali pertama bertemu, bertaaruf, saat dia hadir menjadi tetamu istimewa di rumah ku,di sambut oleh ibu dan ahli keluarga ku. Itulah perkenalan pertama kami, pertama kali mengenalinya secara fizikal. Keduanya, ketika dia membawa ibu dan ayah nya ke rumah ku. Dan, pada hari pertunangan kami, itu adalah kali ketiga kami bertemu. Cukup sekadar itu, selainnya, naqibah kami yang menjadi perantara bicara kami. Hingga, inshaAllah tanggal 22 November 2014 ini, kami bakal diijab kabulkan menjadi sepasang suami isteri, mudah-mudahan yang mampu menggapai SAMARA  (Sakinah Mawaddah wa Rahmah) dalam bahtera rumahtangga kami, inshaAllah.



Mohon doanya dari kalian,segala kebaikan, sentiasa dalam Kasih Sayang Allah SWT.ameen






maybe who u are tomorrow will be better than who I am today

.