20 February 2014

Nikmat sihat yang takkan ku lupakan









Kadang-kadang bila di luar, aku lupa untuk menikmati angin yang menghembus. Lupa pada mentari yang menerangi. Lupa pada hujan yang menyuburkan. Yang aku tahu, bila di luar, ada tugasan yang harus aku selesaikan. Ada kekosongan yang harus aku tandakan- check list.

Setiba di rumah, aku meletakkan kasut, meletakkan jam, melabuhkan badan- rehat. Terjaga, aku memutar jam, menunggu waktu esok, mengumpul doa dan terus berharap, moga esok tak lagi sia-sia. Begitu jugakah engkau berharap? 

Tuhan, izinkan aku merasai nikmat sihat, yang selalu aku janjikan takkan pernah aku ulangi kemalasan. Tapi kerna aku ini namanya manusia, aku culas. culas dengan semua nikmat-nikmat, yang akhirnya terkubur dengan penyesalan. Ah! masih ada hari esok. Hah- tak malukah engkau? hari semalam kau tinggalkan sia-sia?


Dan hari berlalu-berputar-pada paksi yang sama.
Mengharapkan aku tidak lagi sama.


Infiru khifafan wa tsiqalan!
Bergeraklah! Berangkatlah!! sama ada tikakamu merasa ringan mahupun berat (At-Taubah:41)


This path may be difficult,
but the final destination is certain


Buat semawar'





Perempuan,
Pada pandangan matanya
Selalu ingin yang indah-indah
Bahkan yang bisa menyentuh

Perempuan,
Dalam hatinya
Paling ingin yang tenang-tenang
Yang selalu membahagiakan

Namun,
Menjadi perempuan
Jauh lebih susah dari angan-angan,dan
ingin-ingin kan
Kerna sering, wanita ini
Digambarkan ‘complicated’
Yang sebenarnya,
Cita dan keinginan mereka kuat
membuat mereka bertahan, kuat

Untuk mengecapi maksud pandangan dan hati itu tadi.


Perempuan, benarkah?





nadia rusli







maybe who u are tomorrow will be better than who I am today

.